| Nominasi Calon Penerima 2012 telah di tutup. Kriteria NTT Academia Award 2012 dibuat total berubah dari sisi kualitas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk proses nominasi, siapa saja, baik perorangan maupun kelompok, berhak memberikan calon-calon yang memenuhi kriteria di atas berdasarkan kategori yang disiapkan dengan menyertakan profil dari para nominator dimaksud. Panitia menunjuk 4 orang tim juri yang bertugas mengumpulkan dan menguji validasi data dan informsi mengenai para calon pemenang. Kategori Penghargaan tahun 2012 dibuat berbeda dari tahun-tahun sebelum terutama dalam hal kriteria dan kualitas pemenang. 4 Kategori NTT Academia Award 2012 adalah: Lifetime achievement: Kriteria utama adalah sumbangsih bagi perkembangan NTT dalam sepanjang hidup si calon NTT Academia Award yang dinominasikan. Sumbangsih ini bisa sebuah kontribusi yang konsisten dan berharga dari sisi leadership, pengetahuan, inovasi semasa memimpin, dan sebuah sosok yang telah menyatukan NTT. Sebuah pribadi yang unggul dan menjadi inspirasi bagi generasi masa depan NTT. Seorang pahlawan bagi NTT. Social entrepreneur: Kategori ini kita berikan pada 1 calon yang secara scoring paling tinggi dalam hal: a. Soal orisinalitasi idea perubahan sosial yang dilakukan ditingkat komunitas dan skala pengaruh secara geografis; b. Konsisten dalam menjadi sosial entrepreuner dan terpanggil tanpa pamrih menjadi agent of change yang secara konsisten melakukan advokasi yang bertujuan untuk perubahan kualitas hidup masyarakat. c. Memiliki karakter kepimpimpinan formal/informal yang mampu memberikan insiprasi bagi generasi muda saat ini. d. Berpotensi terlibat dan inovasi sosialnya dapat direplikasikan yang potensi manfaatnya tinggi. Science and engineering: Kriteria utama adalah ilmuan NTT (entah yang berbasis di NTT - kita berikan nilai lebih bagi mereka yang tinggal dan hidup bagi NTT di NTT) dan konsisten pada bidang kajian tertentu yang dibuktikan dengan daftar publikasi dan validasi publikasi di journal akademik nasional dan internasional. Bisa juga berbentuk paten (untuk Engineering). Baik karya akademik dan sains/engineering harus dibuktikan dengan daftar publikasi dan dapat di validasi. Quantitas publikasi, kualitas spt level of publication (journal kelas atas di bidangnya), tingkat citasi dsb. Dan bidang karjain itu berpotensi bermanfaat bagi orang banyak di NTT [kita belum bicara policy change di sini karena selalu ada jarak antara praktek dan scientific achievement. Tetapi kita bisa tambahkan 1 kriteria soal potensi penerapan bagi pembangunan. Sastra dan humaniora: Pencapaian di bidang ini didedikasikan bagi mereka yang tinggal di NTT maupun mereka asal NTT yang tinggal di luar NTT tetapi berkarya sastra tentang NTT maupun lainnya dan mampu berkarya secara konsisten di bidang kesastraan dan humaniora. Calon pemenang memiliki reputasi karya yang mumpuni di bidang ini dengan bukti-2 klaim media dan daftar karya sastra yang jelas serta dapat dipertanggung jawabkan. |
| NTT Academia Award 2007-2012 NTT Scientific Prize |
| Profil Zeth Malelak PDF; Profil Ibu Yofita Meta PDF; Profil All Nominee PDF NTT Academia Award 2008 in the Press Opini Dominggusl Elcid Li (PK, 22/12-2008) "Apa Yang Sudah Dibuat - Refleksi Buat Forum Academia NTT).; Opini Fary Franscis (PK 20/12-2008): Strong MindWeak Mind. Refleksi Bagi Forum Academia NTT; FAN Selenggarakang Seminar Kesehatan Ibu dan Anak; Forum Academia NTT kembali memberikan award; Willy Gaut 2007 Membaca NTT Academia Award PK 21/12-2007); Pos Kupang, Sabtu 19 Desember 2008 Dawan, Malelak dan Meta Raih NTT Academia Award KUPANG, PK -- Tiga orang putera-putri NTT yang berkarya di tiga bidang berbeda berhasil meraih NTT Academia Award 2008 yang diumumkan pada Malam Anugerah NTT Academia Award di aula Susteran RVM Walikota Baru Kupang, Jumat (19/12/2008) malam. Penghargaan ini merupakan apresiasi tertinggi dari Forum Academia NTT (FAN) yang beranggotakan sekitar 543 orang anak NTT yang tersebar di berbagai belahan dunia. Tiga orang itu adalah Siprianus Paulus Dawan yang meraih NTT Academia Award kategori I (bidang sains, basic science/engineering ), Zet Malelak yang meraih NTT Academia Award kategori II (bidang pembangunan pertanian, perkebunan, kelautam), dan Yovita Meta Bastian yang meraih NTT Academia Award kategori III (bidang humaniora, sastra, budaya, sosial/politik) . Siprianus Dawan yang mengembangkan kolektor gerak surya (alat untuk menyuling air laut menjadi air tawar) mengungguli dua nominee pada kategori I, yakni Julian A.W Purba dan Samuel Sampe. Keduanya murid SD Kristen Tunas Bangsa dan SDK St. Maria Assumpta Kupang, peraih dua medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Makassar, Agustus lalu. Zet Malelak yang berhasil membawa warga Dusun Uel, Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, berswasembada jagung bahkan surplus jagung unggul atas Wilhelmus Mimi yang mengembangkan teknologi 'sambung samping' pada pohon kakao di Desa Gere, Kecamatan Koting- Kabupaten Sikka, dan Orpha Ruth Naomi Sir yang membawa siswa-siswi SMPN 3 Alor meraih juara I nasional lomba inovator muda yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dengan karya ilmu stik ikan belo-belo dan es krim labu kuning. Peraih award kategori III, Yovita Meta Bastian yang menduniakan tenun ikat Biboki unggul atas Jeremias Pah, pengembang musik sasando, dan tiga siswi SMP Terbuka Wedomu-Kabupaten Belu, Dominggas Soi Bere, Armince Theresia Asa dan Yosefina Koly Loi. Para pemenang mendapat trofi, piagam penghargaan dan bonus berupa uang masing-masing Rp 3 juta. Sementara para nominator mendapat piagam penghargaan dan bonus uang. Penghargaan Pertama di NTT PERAIH NTT Award 2008 kategori II, Ir. Zet Malelak dalam sambutan kemenangannya mengatakan, penghargaan itu merupakan pertama dari pihak lain, meskipun kerja kerasnya bersama waga Dusun Uel tidak untuk mendapat menghargaan. "Ini baru pertama saya mendapat penghargaan. Terima kasih untuk Forum Academia NTT," ujarnya. Dia juga menyampaikan puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang telah memberinya kesempatan untuk meraih kemenangan ini. Dia menyampaikan penghargaan kepada dua nominator kategori II, Orpha Naomi Sir dan Wilhelmus Mimi. Dia memilih mengembangkan jagung di Dusun Uel karena jagung merupakan makanan pokok orang NTT. Dia ingin orang NTT tidak melupakan masa lalunya yang biasa mengonsumsi jagung. Yovita Meta, peraih NTT Academia Award kategori III, mengatakan, sepanjang perjalanan karyanya, dia sudah mendapat penghargaan Prince Claus Award, namun ia belum pernah mendapat penghargaan di NTT. "Saya sudah ke mana-mana, tapi akhirnya di rumah saya sendiri pun saya dihargai. Saya takut, saya mendapat penghargaan di luar, tapi orang di NTT tidak mengenal saya," katanya. Yovita hendak mendedikasikan penghargaan diraihnya bagi seniman-seniman tenun ikat yang tidak pernah kenal menyerah dalam mempertahankan, melestarikan dan mengembangkan tenun ikat di Flobamora. Di tempat terpisah, nominator kategori II, Wilhelmus Mimi asal Sikka mengatakan, kerja kerasnya membangun kebun kakao dan membantu petani lainnya di Sikka belum pernah mendapat penghargaan dari pemerintah. Menurutnya, penghargaan ini merupakan pertama dan membuatnya bangga dan senang. Sebelumnya, peraih NTT Academia Award kategori I, Siprianus Dawan menyampaikan terima kasih kepada FAN yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Dia juga berterima kasih kepada kedua orangtuanya, para dosen pembimbing dan wartawan yang yang telah mempublikasi karyanya. (alf) |
| Copyright © 2007-2012 IITS Publications. All rights reserved |
| Sumbangan NTT Academia Award 2012 masih di Buka. Berikut adalah rekening untuk sumbangan NTT Academia Award Tahunan: BCA Cabang Kupang Benef: Ha'i Raga Lawa/Syalomi Natalia MA No account: 3140483612 Swift Code: CENAIDJA BNI Cabang Kupang: Dominggus Elcid Li Bank BNI Kantor Cabang Kupang No.Rekening 0268594237 |
| Pemenang NTT Academia Award 2007 Untuk tahun 2007, sebagai pemenang “NTT Academia Award” adalah: Kategori I: Sains/basic science/engineering Pemenang Perdana 2007 adalah Lembaga Politeknik Negeri Kupang atas dua prestasi nasional yang diraih oleh Politeknik Negeri Kupang Saudara Kusa Bill Noni Nope M.T., dosen Politeknik Negeri Kupang yang secara kolektif bersama Tim Mahasiswa Paska Sarjana Unpar berhasil meraih juara I Simposium IX Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi. dan Tim Robotika“PNK Smart Future” Mahasiswa Politeknik Negeri Kupang yang dengan swadaya melakukan inovasi teknologi robotika yang masuk dalam 40 besar kelompok finalis dari 200 peserta dalam lomba inovasi robotika di ITS, Surabaya tepatnya Juli 2007, sesungguhnya momentum untuk membangun kepercayaan diri Academia NTT. Walaupun tidak masuk dalam 8 besar, kami melihat pada inisiatif dan ke-swadayaan dalam mengikuti lomba. Bill Gates yang 30 tahun lalu bermimpi disetiap rumah akan ada komputer, kini memimpikan abad 21 sebagai abad robotika, di mana, nantinya harga robot akan sebesar harga laptop saat ini. NTT tidak harus ketinggalan dibidang ini. Apresiasi ini hendak mendorong akademisi NTT untuk terus berinovasi, dan tiap inovasi dihargai. Kategori II: studi pembangunan/pertanian/ peternakan/ perikanan / perkebunan dsb. Pemenang Perdana 2007 adalah Tim pelajar SMUN 2 Kupang“Pengaruh Pembuatan Kapur terhadap Peningkatan Kerusakan Terumbu Karang” atas papernya berjudul dalam “Musyawarah Nasional Terumbu Karang Coremap II di Jakarta, 10 September 2007. Pelajar dimaksud adalah Sdri. Gaya Kristina M Puu Heu, Jefry Tuan (18), dan Alyan M Sioh (18) bersama Ibu Pembingbing Marselina Tua. Lomba diadakan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) guna memopulerkan kecintaan remaja terhadap bahari. Tim Kristina menyisihkan 140 makalah di tingkat nasional. |




| 2012 NTT Academia Winners |
| Gerson Poyk (Sastra dan Humaniora) |
| Maria Mediatrix Mali (Social Entrepreuner) |
| Ben Mboi (Lifetime Achievement) |
| I Wayan Mudita (Science and Engineering) |
| Dr Aloysius Benedictus Mboi MPh - Lifetime Achievement – NTT Academia Award 2012. Dalam konteks iklim global yang berubah dan ditengah kerisauan para academia dan pengambil kebijakan tentang proyek-proyek mitigasi perubahan iklim tentang lemahnya kelembagaan formal (dalam hal ini sistim formal dan organisasi kepemerintahan), sosok Ben Mboi tepat untuk membawa harapan bagi rakyat tentang pentingnya pemerintah dan bahwa pemerintah dapat menjadi alat yang efektif dan efisien dalam membangun kesejateraan rakyat. Ditengah kegagalan proyek-proyek kehutanan seperti REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation), sosok Dr. Mboi menjadi simbol harapan bahwa bila anda memilih pemimpin yang tepat dan percaya pada sistim, maka daerah yang kering dapat menjadi rimbun dan sejuk, sebagaimana diamini para tetua dari Alila di Alor. Narasi tetang keberhasilan Ben Mboi ada di mana-mana, dari pelosok Flores hingga pegunungan tinggi di Timor Barat hingga pelosok Alor. “Ketika saya tiba di sini tahun 1978 sebagai guru, daerah ini adalah daerah padang rumput yang gersang dan berbatu. Sering terjadi kebakaran padang setiap tahunnya. Namun kemudian daerah ini berubah menjadi hutan Lamtoro, sejak Gubernur Ben Mboi mendorong reboisasi lewat slogan Operasi Nusa Hijau. Sejak itu, kampong hutan kami menjadi hutan lamptoro.” Hal ini diutarakan Kepala Sekolah SD Gunung di Desa Alila di Alor (Mail 2010; Han 2010 and Boli 2010). Pesan dari Alor di atas memberikan harapan bahwa “Pemerintah dapat bekerja dan sukses dalam menciptakan keberlanjutan ekologi dan ekonomi pedesaan”. Cerita di atas juga merupakan konfirmasi atas capaian Gubernur Ben Mboi dalam memimpin NTT 1978-1988 merupakan cerita inspiratif buat para pemimpin NTT masa kini maupun calon pempimpin NTT masa mendatang. Ditengah-tengah kegersangan dan degradasi kualitas pempimpin NTT yang intelek, visioner, determinasi kokoh dan personal yang integrative, kami generasi muda dari Forum Academia NTT secara bulat memutuskan bahwa Ben Mboi, Gubernur NTT 1978-1988 sebagai penerima Lifetime Achievement untuk NTT Academia Award 2012. Di tangan Ben Mboi, rakyat menyaksikan bahwa pemerintah dapat bekerja dan berhasil dalam berbagai sektor termasuk yang paling sulit seperti konservasi lingkungan dan hutan melalui Operasi Nusa Hijau. Mantan Gubernur NTT 1978-1988 menunjukan ciri smart leadership - model yang hilang dari sebuah bentuk kepemimpinan yang ideal yang hilang saat ini dan sosoknya memberikan pesan bahwa NTT sedang kehilangan pemimpin yang dibutuhkan ke depan. Biografi singkat: Dr. Ben Mboi MPh. Dr I Wayan Mudita: Pemenang NTT Academia Award 2012, Kategori Science and Engineering. Pak Mudita sedang menyelesaikan studi S3 di Charles Darwin University, Darwin, NT, Australia” (Submitted). Penelitian PhDnya berjudul “Community Biosecurity of Citrus in the Highlands of West Timor, Indonesia”. Fokus penelitian ini adalah pada peran kebijakan pemerintah dalam era otonomi daerah dan perlunya pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi penyakit huanglongbing (HLB) pada jeruk, khususnya jeruk keprok soe. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebaran penyakit huanglongbing, yang di Indonesia dikenal dengan nama CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration), terjadi bukan hanya tersedianya lingkungan fisik yang memadai, tetapi juga lingkungan sosial (kebijakan) yang mempermudah penyakit menyebar. Kedua, merintis penelitian mengenai peran tumbuhan lokal dalam ketahanan pangan masyarakat NTT (seperti Lontar). Pak Wayan, sebagaimana beliau biasa di panggil para kerabatnya, sudah 26 tahun mengabdi sebagai dosen di Faperta Undana, Kupang, NTT. Riset PhDnya membuka mata kita bahwa masalah penyakit Huanglongbing (HBL) pada keberlanjutan produksi Citrus di pegunungan tinggi Timor Barat (terutama di Kabupaten TTS dan TTU) berakar pada kebijakan yang tidak berdasarkan pada evidence based - salah satu papernya yang dipublikasikan berjudul Crossing the community-government communication border in managing citrus biosecurity in West Timor, Indonesia”. Pak Mudita lahir di Yehembang, Jembrana, Bali, 21 July 50an tahun lalu. S1 crop protection dari Mataram University, Mataram, Indonesia. Di tahun 1992 beliau mendapatkan MSc agricultural and environmental sciences dari McGill University, Montreal, Canada. Pak Mudita sedang menantikan hasil PhDnya dari Charles Darwin University, Australia. Biographi singkat I Wayan Mudita PhD Cand. Maria Mediatrix Mali – Pemenang NTT Academia Award 2012, Kategori Social and Policy Entrepreneur Dengan jaringan yang luas, Trix yang pandai berbahasa Inggris dan German ini, berhasil menggalang dana untuk memberantas malaria dari Flores melalui adavokasi dan penguatan kelompok masyarakat, baik di kalangan dasa wisma, kelompok basis umat dan sekolah-sekolah. Dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Trix dan Yaspem berhasil melalukan 72.000 pemeriksaan slide darah malaria di enam kecamatan endemis malaria di Sikka dan berhasil mengobati 1.227 orang yang positif malaria saat itu juga. Trix berhasil mendatangkan ahli-ahli lingkungan dari German untuk membantunya di Sikka. Tindakan memberantas jentik nyamuk di lagon-lagon yang luas dengan BTI (Bacylus Thuringensis Israelensis). Trix juga melibatkan pengusaha yang menyediakan alat berat untuk membuka lagon- lagon yang tergenang agar tidak menjadi sarang nyamuk Anopheles. Tidak hanya pengusaha, anggota brimob, polisi dan tentara pun terlibat dalam gerakan membuka lagon. “Memberantas malaria harus komprehensif dan melibatkan semua unsur masyarakat”. Karena itulah Trix tidak mau bekerja sendiri. Trix Mali melalui Yaspem juga mencari dana untuk melatih para mikroskpist malaria di Sikka. “Saya sangat prihatin dengan kualitas pemeriksaan malaria di Sikka. Sikka memiliki error rate kedua tertinggi di NTT yaitu sekitar 38%. Karna itu, dengan bantuan mikroskopist ahli dari Kemenkes RI di Jakarta, kami bertekad untuk memperbaiki kualitas pemeriksaan malaria di Sikka. Kami telah melatih tenaga mikroskopist dari 14 Puskesmas di Sikka. Saat ini bahkan kami sudah memiliki “teaching mikroskopist”. Kami bertekad untuk menjadikan Sikka sebagai Pusat Cross-checker Malaria untuk daratan Flores”. Biographi Trix Mali Gerson Poyk - Pemenang NTT Academia Award 2012, Kategori Sastra dan Humaniora Gerson Poyk adalah sastrawan Indonesia yang nyaris tidak dikenal di NTT, kampung halamannya sendiri. Berawal dari guru Nusantara, Gerson kemudian memilih menjadi jurnalis, sekaligus sebagai sastrawan. Pada tahun 1989 ia menerima hadiah sastra ASEAN untuk Sang Guru (1972). Di bidang jurnalistik Gerson adalah penerima hadiah Adinegoro, penghargaan bergengsi yang dikeluarkan PWI, pada tahun 1985 dan 1986. Beliau juga penerima Sea Write Award (1989), Lifetime Achivement Award Kompas dan Anugerah Kebudayaan 2011 dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas jasanya di bidang sastra dan budaya. Karya novel-novelnya “antara lain”: Hari-Hari Pertama (1964), Sang Guru(1971), Jerat (1978) Cumbuan Sabana (1979), Giring-Giring (1982), Doa Perkabungan (1987), Poti Wolo (1988), Negeri Lintasan Petir (2009), Sang Sutradara dan Wartawati Burung (2009), Tarian Ombak (2009). Sedangkan Karya kumpulan cerpennya “antara lain” Matias Akankari (1972), Oleng-Kemoleng & Surat-Surat Cinta Rajagukguk (1975), Nostalgia Nusa Tenggara (1976), Jerat (1978), Di Bawah Matahari Bali (1982), Requiem untuk seorang perempuan (1983), Mutiara di Tengah Sawah (1984), Impian Nyoman Sulastri dan Hanibal (1988), dan Poli Woli (1988). Di tahun 2012, karya Gerson Poyk mulai diperkenalkan kembali di NTT. Naskah Teater-nya “Ratu Balonita” dipentaskan ulang oleh para awak teater yang tergabung dalam Rumah Poetika. Sastrawan kelahiran Namodale, Rote pada tanggal 16 Juni 1931 meskipun tak muda lagi, masih mempertahankan vitalitas dalam ber-kata-kata. Karya masih mengalir dari jarinya. Biografi Singkat Gerson Poyk. |

| Maria Loretha, Inovasi Bank Benih Lokal, Flores Timur |
| John Ndolu, Kategori Inovasi Pembangunan |
| Agus Dapaloka (Humaniora dan Sosial Budaya) |
| Bobby Koamesah (Enterpreneurship/ kewirausahaan) |
| 2011 NTT Academia Winners |