Apa itu NTT
Academia Award?

“NTT Academia Award”
adalah penghargaan tahunan
yang hendak dicitrakan dan
dimaknai sebagai penghargaan
prestasi akademik tertinggi
yang dicapai oleh para
academia NTT. Analogi
sederhananya adalah NTT
Academia Award adalah
penghargaan tahunan “Nobel”
alternatif bidang pendidikan
tinggi level Provinsi NTT


KRITERIA
PENILAIAN:

Kriteria penilaian NTT
Academia Award adalah
revelansi bagi permasalahan
dan pembangunan NTT, daya
cipta dan inovasi, tingkat
representasi dan pencitraan
NTT, tingkat prestasi, visi
penerima, serta inspirasi dari
karya yang di dapat.

NTT Academia Award akan
diberikan dalam tiga
kategorisasi ilmu:
Kategori I, sains/basic
science/engineering
Kategori II,pembangunan/
pertanian/peternakan/perikana
n/ perkebunan.
Kategori III, Bidang sastra,
humaniora dan sosial/politik
NTT Academia Award 2008
2008 NTT Scientific Prize
Profil Zeth Malelak download
Profil Ibu Yofita Meta download
Profil All Nominee download
NTT Academia Award 2008 in the Press

Opini Dominggusl Elcid Li (PK, 22/12-2008) "Apa Yang Sudah Dibuat - Refleksi Buat Forum Academia NTT).

Opini Fary Franscis (PK 20/12-2008): Strong MindWeak Mind. Refleksi Bagi Forum Academia NTT  

FAN Selenggarakang Seminar Kesehatan Ibu dan Anak

Forum Academia NTT kembali memberikan award

Willy Gaut 2007 Membaca NTT Academia Award  PK 21/12-2007)

Pos Kupang, Sabtu 19 Desember 2008 Dawan, Malelak dan Meta Raih NTT Academia Award

KUPANG, PK -- Tiga orang putera-putri NTT yang berkarya di tiga bidang berbeda berhasil meraih NTT Academia Award 2008 yang
diumumkan pada Malam Anugerah NTT Academia Award di aula Susteran RVM Walikota Baru Kupang, Jumat (19/12/2008) malam.  
Penghargaan ini merupakan apresiasi tertinggi dari Forum Academia NTT (FAN) yang beranggotakan sekitar 543 orang anak NTT yang
tersebar di berbagai belahan dunia.

Tiga orang itu adalah Siprianus Paulus Dawan yang meraih NTT Academia Award kategori I (bidang sains, basic science/engineering ), Zet
Malelak yang meraih NTT Academia Award kategori II (bidang pembangunan pertanian, perkebunan, kelautam), dan Yovita Meta
Bastian yang meraih NTT Academia Award kategori III (bidang humaniora, sastra, budaya, sosial/politik) .

Siprianus Dawan yang mengembangkan kolektor gerak surya  (alat untuk menyuling air laut menjadi air tawar) mengungguli dua nominee
pada kategori I, yakni Julian A.W Purba dan Samuel Sampe. Keduanya murid SD Kristen Tunas Bangsa dan SDK St. Maria Assumpta
Kupang, peraih dua medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Makassar, Agustus lalu.

Zet Malelak yang berhasil membawa warga Dusun Uel, Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, berswasembada
jagung bahkan surplus jagung  unggul atas Wilhelmus Mimi yang mengembangkan teknologi 'sambung samping' pada pohon kakao di Desa
Gere, Kecamatan Koting- Kabupaten Sikka, dan Orpha Ruth Naomi Sir yang membawa siswa-siswi SMPN 3 Alor meraih juara I nasional
 lomba inovator muda yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dengan karya ilmu stik ikan belo-belo dan es krim labu
kuning.

Peraih award kategori III, Yovita Meta Bastian yang menduniakan tenun ikat Biboki unggul atas Jeremias Pah, pengembang musik
sasando, dan tiga siswi SMP Terbuka Wedomu-Kabupaten Belu, Dominggas Soi Bere, Armince Theresia Asa dan Yosefina Koly Loi.

Para pemenang mendapat trofi, piagam penghargaan dan bonus berupa uang masing-masing Rp 3 juta. Sementara para nominator
mendapat piagam penghargaan dan bonus uang.

Listrik padam di museum
Malam anugerah NTT Academia Award  2008 ini semula berlangsung di aula Museum Daerah NTT, namun karena listrik padam, maka
acara dipindahkan ke aula Susteran RVM Kupang. Para tamu undangan, panitia, nominator dan pengisi acara  "dievakuasi" ke lokasi yang
baru. Meski demikian, acara yang dipandu presenter Sandro Dandara dan Weny Kana tersebut berlangsung hangat dan meriah.

Acara diawali dengan pengantar dari seorang anggota FAN, Wilson Therik tentang cikal-bakal FAN dan NTT Academia Award yang
pertama kali diselenggarakan tahun 2007.
Untuk penyelenggaraan NTT Award tahun ini, menurut Wilson, calon pemenang diseleksi sejak bulan Juli lalu. Dari sekian banyak
putra-putri NTT yang sukses, terpilih 11 orang yang terbagi dalam tiga kategori.

Acara selanjutnya, panitia memperlihatkan profil para nominator melalui media audio visual. Acara puncak yang ditunggu akhirnya tiba
dengan pengumuman pemenang kategori I yang disampaikan pasangan Pemimpin Umum SKH Pos Kupang  Damyan Godho dan  
pimpinan Yayasan Alfa Omega, Dra. Sofia  de Haan. Setelah melalui visualisasi, Sofia  menyebutkan nama Siprianus Paulus Dawan
sebagai pemenang kategori I.

Pengumuman kategori II disampaikan oleh trio Prof. Vincent Gaspersz,  Fary Francis dan Sr. Selvy.  Sr. Selvy akhirnya menyebut nama
Zet Malelak sebagai pemenang kategori II.  Selanjutnya, pengumuman kategori III disampaikan  pasangan Kepala UPTD Museum Negeri
Kupang, Leonard Nahak dan Sylvia Fanggidae. Silvya menyebut nama Yovita Meta sebagai pemenang yang disambut dengan tepuk tangan
hadirin.

Acara sederhana, namun penuh makna itu berlangsung hampir tidak beda dengan pengumuman Piala Citra (Fesvifal Film Indonesia/FFI)
dan Piala Vidia (kompetisi sinetron Indonesia). (alf)

Penghargaan Pertama di NTT

PERAIH NTT Award 2008 kategori II, Ir. Zet Malelak dalam sambutan kemenangannya mengatakan, penghargaan itu merupakan
pertama dari pihak lain, meskipun kerja kerasnya bersama waga Dusun Uel tidak untuk mendapat menghargaan. "Ini baru pertama saya
mendapat penghargaan. Terima kasih untuk Forum Academia NTT,"  ujarnya.
Dia juga menyampaikan puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang telah memberinya kesempatan untuk meraih kemenangan ini.
Dia menyampaikan penghargaan kepada dua nominator kategori II, Orpha Naomi Sir dan Wilhelmus Mimi.
Dia memilih mengembangkan jagung di Dusun Uel karena jagung merupakan makanan pokok orang NTT. Dia ingin orang NTT tidak
melupakan masa lalunya yang biasa mengonsumsi jagung.

Yovita Meta, peraih NTT Academia Award kategori III, mengatakan, sepanjang perjalanan karyanya, dia sudah mendapat penghargaan
Prince Claus Award, namun ia belum pernah mendapat penghargaan di NTT.

"Saya sudah ke mana-mana, tapi akhirnya di rumah saya sendiri pun saya dihargai. Saya takut, saya mendapat penghargaan di luar, tapi
orang di NTT tidak mengenal saya," katanya.

Yovita hendak mendedikasikan penghargaan diraihnya bagi seniman-seniman tenun ikat yang tidak pernah kenal menyerah dalam
mempertahankan, melestarikan dan mengembangkan tenun ikat di Flobamora.

Di tempat terpisah, nominator kategori II, Wilhelmus Mimi asal Sikka mengatakan, kerja kerasnya membangun kebun kakao dan
membantu petani lainnya di Sikka belum pernah mendapat penghargaan dari pemerintah. Menurutnya, penghargaan ini merupakan
pertama dan membuatnya bangga dan senang.

Sebelumnya, peraih NTT Academia Award kategori I, Siprianus Dawan menyampaikan terima kasih kepada FAN yang telah
menyelenggarakan kegiatan ini. Dia juga berterima kasih kepada kedua orangtuanya, para dosen pembimbing dan wartawan yang yang
telah mempublikasi karyanya. (alf)
Copyright © 2008 IITS Publications. All rights reserved
Informasi NTT Academia
Award 2007.
Klik details for
ntt academia award 2007
Sumbangan NTT Academia Award 2008 Mulai di Buka
Berikut adalah rekening untuk sumbangan NTT Academia Award
Tahunan:
BCA Cabang Kupang
Benef: Ha'i Raga Lawa/Syalomi Natalia MA
No account: 3140483612
Swift Code: CENAIDJA
Informasi NTT Academia
Award 2008.
Klik details for
ntt academia award 2007